Pendidikan mempunyai banyak jalan. Lewat pascamodernisme, bahkan barangkali lebih awal, yakni sewaktu pertembungan budaya ilmu Barat dan Timur, berlaku pertentangan nilai dan sikap terhadap kebenaran. Sebelum itu harus diingat, sikap terhadap kebenaran mempengaruhi pandang sarwa ('world view') sesebuah masyarakat; maka, pertembungan nilai dan sikap bermaksud pertembungan pandang sarwa dua atau lebih buah budaya. Dari pergelutan kultural ini, timbullah jalan-jalan baharu kepada pelbagai dimensi ketamadunan, atau seperti yang akan dihuraikan di sini, dari aspek pendidikan. Sejujurnya, tidak ada hal yang lebih kontra dan kontroversial dalam pertembungan budaya antara Timur dan Barat khususnya dalam aspek pendidikan melainkan teleologi (tujuan) dan epistemologi (tatacara) pendidikan. Memang wujud persamaan, seperti contoh, pendidikan adalah perubahan sikap dan pendidikan merupakan aset paling utama sesebuah bangsa. Akan tetapi, mengamankan teleologi dan epistemologi pendidikan...